News Item: : Mmmmph Bau Mulut...!! Jangan deh...!
(Category: Healthy Life)
Posted by fahmi
Monday 19 May 2008 - 12:27:10
Pergaulan merupakan bagian penting kehidupan sehari-hari orang modern, tapi penyakit halitosis akan menyulitkan pergaulan. Halitosis adalah penyakit bau mulut. Halitosis sering mendatangkan banyak kesulitan dalam kehidupan, kejangkitannya terbagi dua jenis yaitu bersifat dari rongga mulut dan bersifat bukan dari rongga mulut. Sedangkan ludah juga memainkan peranan penting penyebab halitosis atau mulut busuk. Komposisi dalam ludah selain membantu pencernaan dan pelicinan, juga berfungsi membersihkan rongga mulut
Nilai pH dalam rongga mulut umumnya 6,5, kalau nilai itu bertambah banyak atau mengandung materi lain, akan berubah menjadi alkali dan menimbulkan bau busuk, apalagi nilai pH mencapai 7,2 ke atas, akan lebih mendorong pertumbuhan kuman negatif Granstrom, sehingga memungkinkan penguraian protein melepaskan bau busuk, apalagi kalau yang dilepaskan sulfida yang mudah menguap bau mulut akan lebih-lebih tidak menyedapkan. Maka, ketika mulut kering atau kurang melakukan gerak penelanan mudah menimbulkan mulut busuk.
Unsur lain dalam rongga mulut termasuk radang infeksi, misalnya radang gusi, periodontosis, kerusakan pada gigi, sisa-sisa makanan memadati sela gigi, infeksi kuman serta radang rongga bakteri bundar monilial. Selain itu, misalnya borok dan tumor akut dalam rongga mulut juga dapat mengakibatkan mulut busuk.
Masih banyak sebab yang menimbulkan sindrom mulut kering, misalnya bernafas dengan mulut terbuka, dehidrasi atau kehilangan cairan tubuh, penyakit saraf otot, penyakit kelenjar ludah dan lainnya, semua adalah sebab utama pemicu halitosis. Sedangkan unsur halitosis bukan dari rongga mulut lebih banyak, asalkan organ badan yang menyambung rongga mulut mengalami gangguan, rongga mulut dapat mengeluarkan bau yang tidak menyedapkan. Ini dimulai dari radang anak rongga hidung, rinitis atau radang selaput lendir hidung, radang paru-paru, pelebaran cabang tenggorok yang bersifat penyakit, kanker kerongkongan dalam saluran pencernaan, arus balik kerongkongan, penyumbatan pylorus lambung. Selain itu, juga terdapat sejumlah penyakit seluruh badan juga dapat memungkinkan sekresi bau luarbiasa dari rongga mulut, misalnya sirosis hati atau pengerasan hati, uremia dan sindrom ketolase.
Riset kedokteran modern menunjukkan, sebab fundamental penyakit halitosis ialah menurunnya daya kekebalan organ tubuh, mengakibatkan ketidakseimbangan fungsi isi rongga perut dan dada, sulit menyeimbangi dan mengekang bakteri patologi yang dapat menghasilkan gas busuk senyawa. Ketika bakteri patologi berkembangbiak sampai jumlah tertentu, akan menghasilkan gas busuk senyawa yang berkepadatan tinggi ketika bakteri-bakteri itu menyerap dan mengurai gizi dalam tubuh manusia, dan gas busuk itu setelah mencapai kepadatan yang cukup tinggi akan masuk ke dalam darah, dan oleh darah gas tersebut dibawa ke paru-paru dan lambung, kemudian dibuang keluar tubuh lewat rongga mulut dan hidung. Maka, halitosis juga merupakan sinyal pelbagai penyakit yang tak boleh diremehkan, maka pengobatannya juga perlu dipentingkan.
Penyebab halitosis.
- Penyakit dalam rongga mulut. Mudah membiakkan kuman, khususnya anaerobe, sulfida yang diuraikannya dapat mengeluarkan bau busuk sehingga menimbulkan halitosis.
- Penyakit lambung dan saluran usus. Karena penderita yang lambungnya terinfeksi pylorus bakteri Helico, tingkat kejangkitan halitosis lebih tinggi daripada yang tidak terinfeksi, sedangkan pengobatan pylorus bakteri Helico, dapat menurunkan dengan nyata tingkat kejadian halitosis. Sebabnya mungkin karena infeksi pylorus bakteri Helico menimbulkan sulfida dan mengakibatkan halitosis.
- Orang yang sering merokok, minum arak dan kopi serta mengkonsumsi makanan pedas seperti brambang, bawang, kucai dan lain sebagainya mudah menimbulkan halitosis.
- Diet untuk mengurangi berat badan, tidak bernapsu makan karena sakit, menurunnya fungsi kelenjar ludah orang lanjut usia, wanita dalam masa haid dapat mengalami halitosis karena sekresi ludahnya berkurang sebagai akibat kekacauan endokrin yang pada kenyataannya menguntungkan pertumbuhan kuman anaerobe, sehingga halitosis sudah pasti akan terjadi.
- Halitosis gadis remaja. Anak perempuan ketika memasuki masa pubertas, fungsi kandung telurnya masing belum sempurna, tingkat hormon seksnya masih relatif rendah, daya tahan organ rongga mulut akan penyakit menurun, mudah terinfeksi kuman dan menimbulkan halitosis.
- Obat-obatan yang dapat mengurangi sekresi ludah. Obat-obatan Barat seperti obat penenang, obat penurun tekanan darah, atropine, obat ethakrinik dan obat tradisonal Tiongkok yang bersifat hangat.
- Ketoacidosis penderita kencing manis atau penderita koma hati, serta sejumlah penyakit saluran pernapasan juga dapat menimbulkan halitosis.
- Sembelit dalam jangka panjang, memungkinkan materi beracun yang dihasilkan dalam badan tidak dapat terbuang tepat waktu, diserap darah dan menimbulkan halitosis, kembung, nafsu makan berkurang, mudah naik pitam dan gejala lainnya.
- Makan malam terlalu kenyang atau mengkonsumsi banyak hidangan daging dan berlemak serta pedas, selang waktu makan malam dan tidur terlalu pendek, sehingga dalam lambung masih tertimbun banyak makanan yang belum tercerna. Ini juga dapat menimbulkan halitosis.
- Tekanan psikologis terlalu besar atau sering stres, apalagi berkurangnya sekresi kelenjar ludah, akan membuat mulut kering dan menguntungkan pertumbuhan anaerobe, sehingga menimbulkan halitosis.
- Unsur mental. Sebenarnya tidak ada gejala halitosis, dokter dan orang di sekitarnya juga tidak mencium adanya bau tidak sedap dari badannya, tapi si penderita bersikeras tercium bau busuk dari mulutnya, dan selalu merasa orang lain berusaha menghindarinya. Penderita seperti itu akan sangat menderita dalam batin, maka diharapkan orang disekitarnya tidak mendiskriminasinya, melainkan banyak menaruh perhatian dan memberikan keyakinan kepada mereka.
Pergaulan merupakan bagian penting kehidupan sehari-hari orang modern, tapi penyakit halitosis akan menyulitkan pergaulan.
Langkah pencegahan dan pengobatan halitosis.
- Ingat berkumur setelah makan, menggosok gigi selama tiga menit setelah makan, perhatikan kebersihan gigi palsu dan dilepas waktu tidur. Jaga selalu kebersihan rongga mulut dan perlu melakukan pemeriksaan rongga mulut secara rutin .
- Jangan makan terlalu kenyang, apalagi makan malam, dan dianjurkan makan hidangan yang agak tawar dan tidak terlalu berminyak, jangan makan kudapan menjelang tidur, kurangilah konsumsi arak dan tidak merokok.
- Cegah sembelit, dan jaga kelancaran buang air besar.
- Orang setengah baya dan lanjut usia dianjurkan banyak mengkonsumsi buah-buahan segar dan minum teh untuk menggairahkan sekresi ludah.
- Setiap pagi minum segelas air hangat ditambah sedikit garam dalam keadaan perut kosong, untuk mengatur fungsi lambung, ini juga dapat mengurangi timbulnya halitosis.
- Bidara merah dan hitam dapat meringankan halitosis yang ditimbulkan karena makan brambang dan bawang serta makanan pedas lainnya. Selain itu, minum teh kental juga dapat meringankan bau bawang.
- Mengulum permen vitamin C atau permen karet, menggunakan pasta gigi yang mengandung fluorin atau obat tradisional Tiongkok dan mengunyah daun teh juga dapat menghilangkan halitosis.
- Dalam keadaan biasa, halitosis dapat dicegah dengan memperhatikan sanitasi rongga mulut dan memelihara kebiasaan baik perawatan gigi.
- Menyikat dan bersihkan sela-sela gigi memakai odol dioksida klor (menghindari odol berisi sodium laryl sulphate).
- Pakai obat kumur yang berisi dioksida klor (berkumur-kumur juga)
- Penggunaan pengikis lidah(mengikis lidah/menyikat lidah dgn sikat gigi) untuk menyingkirkan lapisan putih sejauh punggung lidah yang kamu bisa.
- Pembersihan yang teratur.
- Minum banyak air!
Pencegahan dan pengobatan halitosis sekunder.
Penyakit tersebut bersumber dari dalam tubuh, dengan cara-cara tersebut tadi sulit untuk mengatasinya. Harus dilakukan pengobatan menurut protopathic atau penyakit primer, antara lain pengobatan radang gusi, radang lambung, penyakit kencing manis dan lain sebagainya.
This news item is from 90.8mixfm
( http://www.mixfm-medan.com/news.php?extend.39 )